;

Rabu, 06 September 2017

Janur Kuning: Makna Ikatan Cinta Dalam Interaksi Dua Individu dan Kelompok



Masyarakat memiliki banyak simbol-simbol khusus sebagai penyampai pesan kepada khalayak. Simbol yang terdapat di masyarakat akan dimaknai secara umum karena telah membudaya dan turun temurun menggunakannya. Seperti halnya janur kuning, symbol ini diketahui sebagai tanda akan berlangsungnya pernikahan antarindividu dengan individu lain. Desain janur kuning memiliki ragam yang berbeda, bentuknya menyerupai payung, terbuat dari daun kelapa yang masih muda, bambu sebagai penguat, dan dipasang depan jalan.

Herbert Blumer mengungkapkan tiga pokok pikiran dalam penafsiran simbol. Penafsiran tersebut dinamakan teori interaksionisme simbolik yaitu, Seseorang bertindak (act) terhadap sesuatu (thing) berdasarkan arti sesuatu itu bagi dirinya (meaning). Janur kuning yang dipasang depan jalan dimaknai secara bersamaan oleh masyarakat dengan simbol pernikahan. Masyarakat yang hendak hadir dalam pesta pernikahan akan sangat mudah mengetahui janur kuning tersebut, bahkan warga yang melintas juga akan mengartikan hal sama sebagai tanda pernikahan. Itu artinya bahwa janur kuning telah ditafsirkan oleh banyak masyarakat sebagai simbol pesta pernikahan.

Janur kuning selain memiliki pesan pesta pernikahan juga memiliki pesan akan interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik antarindividu dan antarkelompok. Dua individu yang terpisah kemudian menjadi satu dalam sebuah ikatan pernikahan, kemudian hubungan timbal balik tersebut diwujudkan dalam pesta pernikahan. Ikatan pernikahan wujud timbal balik antarindividu sedangkan pesta pernikahan wujud timbal balik dari antarkelompok keluarga besar yang hadir.

Pernikahan selalu dekat dengan pesta atau hajatan dalam bahasa kita, tentunya bukan karena tidak adanya faktor orang-orang hadir dalam pesta pernikahan. Ada faktor pendorong dari individu melakukan interaksi sosial menurut Horton dan Hunt yaitu, empati, identifikasi, sugesti, simpati, dan empati.  Dilihat dari sifatnya interaksi sosial ini lebih kearah positif, salah satu faktor pendorongnya ialah simpati. Simpati adalah kondisi ketertarikan seseorang kepada orang lain. Dalam proses ini terjalin kerjasama dengan kelompok lain atas dasar ketertarikan dari pesta pernikahan. Sebuah undangan sebagai simbol perantara interaksi sosial, orang-orang terdekat akan datang menghadiri pesta pernikahan. 

Jadi, janur kuning utamanya adalah media penyampai pesan atas pesta pernikahan, didorong oleh faktor simpati dari teman-temannya. Media penghubung terjalinnya interaksi sosial dibuktikan dengan undangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Socio Education

Merupakan Weblog tentang seputar materi ilmu sosial sebagai penunjang dan pelengkap edukasi.

Statistik Pengunjung

;

  © Design Blog 'Ultimatum' by Socio Education 2017

Back to TOP