;

Senin, 07 September 2009

FERDINAND TONNIES
Ferdinand Tonnies terkenal dengan teorinya mengenai Gemeinschaft dan Gesellschaft sebagai dua bentuk yang menyertai perkembangan kelompok-kelompok sosial. Gemeinschaft (paguyuban) adalah bentuk kehidupan bersama anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang juga bersifat nyata organis sebagaimana dapat diumpamakan pada peralatan hidup tubuh manusia atau hewan. Bentuk Gemeinshcaft terutama dapat dijumpai didalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga dan sebagainya.
Gesellschaft (patembayan) merupakan bentuk kehidupan bersama yang merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya untuk jangka waktu yang pendek. Gesellshcaft bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka, serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat di umpamakan pada sebuah mesin. Bentuk Gesellschaft, misalnya terdapat pada organisasi sepdagang, organisasi suatu pabrik atau dapat pada suatu organisasi industri dan seterusnya.
Hasil karyanya adalah:
Gemenschaft und Gesellschaft (1887) custom (1909)
Sociological Studies and Criticism (3 jilid 1952)
Introduction to Sociology (1937) dan lain-lain

LEOPOLD VON WIESE (1876-1949)
Von Wiese, seorang Jerman, menganggap sosiologi sebagai ilmu pengetahuan empiris yang berdiri sendiri. Objek sosiologi adalah penelitian terhadap hubungan antar manusia yang merupakan kenyataan sosial. Jadi, katanya objek khusus ilmu sosiologi adalah interaksi sosial atau proses sosial. Penelitiannya yang pertama merupakan suatu penyelidikan terhadap klasifikasi proses-proses social dengan terutama menyoroti proses-proses sosial yang asosiatif dan disosiatif. Setiap kategori proses sosial dibagi-baginya ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil atas dasar derajat asosiatif atau disosiatifnya.
Penelitian selanjutnya dilakukannya terhadap struktur sosial yang merupakan saluran dari hubungan antara manusia.
Hasil karyanya adalah:
The Basis of Sociology: A critical examination of Herbert Spencer’s synthetic philosophy (1906)
General sociology, jilid I social relations (1924) dan jilid II social forms (1929)
Systematic sociology (bersama dengan Howard Becker, 1932)
Sociology of social relation (1941)

ALFRED VIERKANDT (1867-1953)
Pada mulanya Alfred Vierkandt menganggap sosiologi harus mempelajari sejarah kebudayaan. Kemudian menyatakan bahwa sosioogi terutama mempelajari interaksi dan hasil interaksi tersebut. Masyarakat merupakan himpunan interaksi-interaksi sosial, sehingga sosiologi bertugas untuk mengkonstruksikan teori-teori tentang masyarakat dan kebudayaan.
Setiap masyarakat merupakan suatu kebulatan dimana masing-masing unsur saling mempengaruhi. Dasar semua struktur sosial adalah ikatan emosional; tak ada konflik antara kesadaran individual dengan kelompok, oleh karena individu tunduk kepada tujuan kelompoknya. Hubungan antar individu merupakan suatu mata rantai, hubungan tersebut timbul dan hilang, akan tetapi struktur dan tujuan kelompok sosial tetap bertahan. Sosiologi mempelajari bentuk dan struktur-sruktur tersebut.
Hasil karyanya adalah:
Primitive and civilized peoples (1896)
Inertia in culture change (1908)
Theory of society; Main problems of philosophical sociology (1922, diperbaiki pada 1928 dan 1949)
Dictionary of sociology (1931)
Family, people and state in their social life (1936)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Socio Education

Merupakan Weblog tentang seputar materi ilmu sosial sebagai penunjang dan pelengkap edukasi.

Statistik Pengunjung

;

  © Design Blog 'Ultimatum' by Socio Education 2017

Back to TOP