Entri Populer

Selasa, 22 Agustus 2017

Menganalisa Perubahan Sosial

Artikel #1 untuk tugas A1

Perubahan sosial dari segi waktu berjalan lambat (evolusi) dan juga dapat berjalan dengan cepat (revolusi). Dilihat dari proses adakalanya suatu perubahan bisa direncakanan dan tidak direncakan yang muncul tanpa dikehendaki, seperti maraknya industrialisasi sebagai rencana pemerintah menekan pengangguran tapi disisi lain, muncul hal yang tidak direncakan yaitu urbanisasi, masyarakat dengan kehidupan konsumtif dan individualistik. Sehingga dampak perubahan mengarah pada sektor yang lebih luas sampai berdampak pada hal-hal besar atau mengarah pada hal yang lebih kecil. Pada gambar dibawah A1, merupakan perubahan sosial pada sektor digitalisasi. Silahkan lakukan analisa berdasarkan bentuk perubahan sosial yang tepat menurut Anda!














Artikel #2 untuk tugas A2


 Traktor merupakan kendaraan mesin pengganti kerbau dalam membajak sawah pertanian. Alat ini di klaim lebih bagus daripada kerbau untuk membajak sawah. Hasil dari traktor bisa lebih cepat daripada pembajak konsensional.

Namun, artikel di bawah ini menunjukan hal  berbeda pada masyarakat Agam. Dilihat dari segi maju-mundurnya perubahan sosial yaitu progress dengan hasil yang lebih baik dan sedangkan regress dengan hasil yang dinilai kurang baik, bagaimana Anda dapat mendeskripsikan alat pembajak ini dengan artikel di  bawah ini.





















Analisa #3 A3 lagu "Ujung Aspal Pondok Gede"

Saksikan dan dengarkan lagu Iwan Fals di bawah ini.
Sesuai dengan lirik lagu tersebut, terdapat unsur-unsur perubahan sosial. Jika melihat daripada definisi perubahan sosial menurut Emile Durkheim mengungkapkan perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Jelaskan aspek sosial mana sajakah yang mengalami perubahan sosial pada lagu tersebut ditinjau berdasarkan definisi dari Emile Durkheim?

Senin, 19 Juni 2017

Hari Lahir Pancasila, Kok Libur? Gaungnya Mana

Oleh. N. H. Eddart



Di tahun 2017 tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, padahal Indonesia merdeka sudah 72 tahun lalu dan sudah 109 tahun lahir identitas jati diri bangsa Indonesia. Kini tanggal 1 Juni resmi berwarna merah, artinya bahwa pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional. Justru esensi apa dari diliburkannya tanggal 1 Juni tersebut? Apakah bentuk celebration dari diliburkannya tanggal 1 Juni? Lalu bagaimana rakyat memaknai hari lahir Pancasila dengan hari libur nasional?

Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni tahun 1945 saat Ir. Soekarno mengusulkan ideologi bangsa Indonesia di sidang BPUPKI. Selain Ir. Soekarno yang mengusulkan terdapat dua tokoh sebelumnya telah mengusulkan ideologi bangsa, yaitu Muhammad Yamin dan Supomo. Gagasan yang disampaikan oleh Ir. Soekarno soal 5 prinsip dasar negara, yaitu 1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme atau perikemanusiaan; 3. Mufakat atau demokrasi; 4. Kesejahteraan sosial dan 5. Negara yang Berketuhanan. Awalnya gagasan Ir. Soekarno disebut Pancadharma.

Ir. Soekarno dikenal religius ingin ideologi bangsa dapat dipatuhi seperti Rukun Islam yang berjumlah lima, sehingga membentuk kewajiban (dharma) bagi pemeluknya. Nampaknya, kata kewajiban tidak tepat untuk prinsip dari suatu negara. Kemudian atas usul dari ahli bahasa dinamakan Pancasila, dimana Sila diartikan asas atau dasar karena dari lima itulah ideologi negara Indonesia dibentuk.

Dimasa reses BPUPKI membentuk panitia yang berjumlah sembilan orang, yaitu diketuai Ir. Soekarno, dan wakil ketua Drs. Mohammad Hatta, dengan beranggotakan Mr. Achmad Soebardjo, Mr. Mohammad Yamin, KH. Wahid Hasjim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikoesno Tjokrosoejoso, H. Agus Salim, Mr. Alexander Andries Maramis. Kemudian panitia tersebut dinamakan Panitia Sembilan.

Panitia Sembilan saling berkompromi diantaranya terdapat 4 orang dari kaum kebangsaan (nasionalis) dan 4 orang dari pihak Islam, tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan menghasilkan rumusan dasar negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisikan:

1) Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Persatuan Indonesia
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Piagam Jakarta inilah yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945. Kelima sila yang disusun merupakan teks Pancasila. Namun, di tanggal 18 Agustus 1945  terjadi perubahan pada sila pertama yang berdasarkan pada berbagai pertimbangan mengenai sebuah negara kesatuan.

Ir. Soekarno sebagai presiden yang baru disahkan tanggal 18 Agustus 1945, kemudian melihat kondisi sosial geografi Indonesia yang kaya akan agama dan budaya berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan. Presiden Soekarno paham jika kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan selama ini bukan dari satu golongan. Kemerdekaan Indonesia diraih justru lahir atas perjuangan rakyat dari Sumatera sampai Papua dengan berbagai keanekaragaman budaya didalamnya.

Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan, Presiden Sukarno segera menghubungi Hatta dan berdua menemui wakil-wakil golongan Islam. Semula, wakil golongan Islam, di antaranya Teuku Moh Hasan, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Ki Bagus Hadikusumo, keberatan dengan usul penghapusan itu. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya mereka menyetujui penggantian rumusan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” demi keutuhan Indonesia.

Hal ini dilakukan secara legowo oleh para pemuka Islam Indonesia pada saat itu atas pertimbangan dari kata-kata penenangan oleh Pak Hatta, yaitu demi tercapainya kesatuan dan integrasi Bangsa Indonesia yang baru saja berdiri mulai dari tanah Sumatera hingga Papua. Penghapusan kata kata tersebut diterima secara baik dan tanpa adanya rasa dendam yang mendalam. Hal inilah yang menunjukkan toleransi yang tinggi oleh rakyat Indonesia sedari dulu.

Penulis ingin mengajak pembaca memahami sejarah lahirnya Pancasila. Pancasila lahir lebih dulu dari kemerdekaan Indonesia. Pancasila lahir tanggal 1 Juni sedangkan kemerdekaan 17 Agustus di tahun yang sama. Akan tetapi, jati diri bangsa Indonesia lahir lebih dulu dari pada dua momen di atas lahirnya Pancasila dan kemerdekaan Indonesia. Jati diri bangsa Indonesia tercatat lahir di tahun 1908 karena secara resmi kaum terpelajar menggunakan nama Indonesia ketimbang Hindia Belanda. Kemudian dikukuhkan sesuai tanah, bangsa, dan bahasa Indonesia dalam Sumpah Pemuda di tahun 1928.

Kembali pada pertanyaan diatas, justru esensi apa tanggal 1 Juni diliburkan? "Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni," bunyi Peraturan Presiden (Perpres) No 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila. Bagi pelajar akan sangat senang jika diliburkan, bagi pegawai akan bahagia diliburkan, bagi pengusaha akan mikir keberatan diliburkan, dan bagi pemerintah untuk apa diliburkan kalau tidak ada agenda nasional peringatan hari lahir nasional. Jelas-jelas bahwa Pancasila lahir sebagai modal sosial bagi rakyat Indonesia. Rakyat selama ini bersatu karena modal sosial yang sukses ditanam oleh founding fathers.

Sosiolog Pierre Bourdieu (1992)  mendefinisikan modal sosial adalah sumber daya aktual dan potensial yang dimiliki oleh seseorang yang berasal dari jaringan sosial yang terlembaga serta berlangsung secara terus menerus dalam bentuk pengakuan dan perkenalan timbal balik yang memberikan kepada anggotanya berbagai bentuk dukungan kolektif. Penulis jelaskan dengan sederhana bahwa modal sosial merupakan ikatan individu-kelompok  yang telah mendarahdaging sebagai bentuk pengakuan bersama satu sama lain dalam pencapaian dukungan bersama. Modal sosial harus disatukan dalam ideologi bangsa, jika tidak akan berpotensi disorganisasi sosial.

Bagaimana bentuk perayaan “celebration” yang diagendakan, pemerintan ternyata telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara tentang Upacara Bendera Merah Putih sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila. Namun, surat edaran B-437/M.Sesneg/Set/TU.00.04/05/2017 tersebut tidak sosialisasi dengan baik bahkan tidak diperingati sebagai sebuah peristiwa yang layak sebagai hari lahir ideologi. Walaupun tertulis pekan pancasila tapi gaung Hari Lahir Pancasila masih dirasa kurang.

Penulis menyimak dalam di beberapa berita baik melalui televisi maupun internet bentuk perayaan berupa upacara di istana negara dan kantor pemerintahan, kirab budaya di Blitar, ikrar pancasila di depan DPRD Yogyakarta, dan melakukan orasi oleh mahasiswa Yogyakarta untuk menangkal radikalisme yang masuk ke ranah pendidikan. Tentunya selain itu ada beberapa bentuk perayaan di daerah lain yang penulis tidak sebutkan.

Tantangan negara kita saat ini rawan akan konflik horizontal, untuk lebih menggema lagi perayaan Pancasila harusnya diagendakan setingkat nasional. Pekan Pancasila dirasa kurang efektif masih kalah dengan isu SARA yang lebih dulu menggema. Buatkan agenda pawai budaya serentak ditiap daerah, diwaktu yang serentak sesuai kondisi masing-masing. Bila perlu sewa stadion Gelora Bung Karno untuk celebration Hari Lahir Pancasila atau sewa jalan protokol Sudirman - Thamrin hingga monas untuk festival Hari Lahir Pancasila. Gerakan Pancasila harus lebih greget daripada bentuk-bentuk aksi yang hanya satu golongan saja. Karena Pancasila bukan milik satu golongan.

Hari Lahir Pancasila diperingati bukan untuk berlibur. Justru agendakan kegiatan-kegiatan yang mengandung Pancasila sehingga esensi diliburkannya tanggal 1 Juni dapat tepat sasaran. Rakyat Indonesia sekarang ini telah jauh dari pemahaman ideologi bangsa, sudah terpengaruh oleh situasional politik dan terbawa oleh pengaruh aliran radikal. Pancasila sebagai modal sosial dapat menjadi integrasi sosial bukan mengesampingkan Pancasila. Apalagi adanya golongan intoleran yang sengaja mengecilkan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Perlu diingat, Pancasila adalah dasar asas pemersatu rakyat Indonesia, sedangkan pedoman berkehidupan sudah tercantum dalam sila pertama atau agama penganutnya masing-masing.

Penulis sangat mengapresiasi tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional atau lebih tepatnya libur untuk celebration hari lahir Pancasila. Semoga di tahun depan perayaan Hari Lahir Pancasila lebih greget dan lebih menggema ke seantaro nasional bahkan dunia. Berikan citra positif bahwa Indonesia adalah milik bersama dan berikan informasi kepada dunia bahwa Saya Indonesia Saya Pancasila.

Kami Sebut Civitas Akademika


Oleh: N. H. Eddart

Lembaga pendidikan sejak dahulu dijadikan sebagai wadah masyarakat dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan. Proses transformasi berupa hasil pemikiran-pemikiran dari maha guru lalu disampaikan kepada murid-muridnya, seperti ketika Aristoteles belajar dari Plato dan ketika Plato belajar dari Socrates. Meski Socrates dimasanya tidak menerbitkan sebuah karya, namun dia tetap dikenang dalam tulisan murid-muridnya.
Proses internalisasi ilmu pengetahuan antara guru dan murid adalah bentuk beradaan diri. Rene Descartes, sang filsuf Perancis mengungkapkan “Cogito Ergo Sum” yang artinya “Aku berpikir maka aku ada” ditafsirkan bahwa seseorang harus berfikir akan kehendak yang diinginkan, sehingga keinginan tersebut dapat diwujudkan sesuai dengan kehendaknya. Hal ini tentu sama dengan konsep nilai sosial akan sebuah perasaan-perasaan yang diinginkan dan mempengaruhi perilaku tersebut. Adapun hasil pemikiran seseorang sangat mempengaruhi tindakan-tindakan yang dilakukan, jika berfikir akan nilai yang sederhana maka perilaku kita hanya sebatas tindakan yang sederhana pula.
Keinginan seseorang dengan konsep yang besar dengan mencakup banyak individu sosial, maka akan mewujudkan sebuah hasil karya yang besar. Jika dalam satu wadah lembaga pendidikan memiliki pemikiran besar tentu akan melahirkan sebuah kota pendidikan, bukan hanya sekedar transformasi ilmu, bukan semata-mata mencetak lulusan-lulusan baru, tapi sebuah peradaban besar akan muncul di wadah lembaga pendidikan ini.
Peradaban dalam bahasa Latin, yaitu civitas yang artinya kota. Kota sendiri dideskripsikan sebagai wilayah yang memiliki karakteristik tata ruang yang baik dan rapih, sistem sosial dengan norma sosial yang dipatuhi oleh warganya, masyarakat yang memiliki ragam pekerjaan serta telah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju ketimbang wilayah lainya.
Civitas dalam lembaga pendidikan merupakan wadah aktivitas pendidikan dengan proses melahirkan, mengembangkan, dan mewariskan sistem pengetahuan agar bertahan dari krisis degeneratif pendidikan. Karena kita tahu, maju-mundurnya sebuah peradaban disebabkan pewarisan nilai-nilai pendidikan oleh guru kepada muridnya. Aktivitas yang berkelanjutan dan sinergi dengan nilai-nilai kebangsaan harus dipatuhi oleh seluruh elemen sekolah, baik itu guru, murid, pegawai, dan orang tua. Maka keseluruhan elemen yang bersatu padu untuk mewujudkan peradaban pendidikan, kami sebut Civitas Akademika.
Sekolah atau kampus sebagai salah satu unit lembaga pendidikan, bertanggungjawab atas keberlangsungan nasionalisme bangsa Indonesia. Untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan bangsa harus diwujudkan dalam aktivitas pendidikan di unit sekolah dalam bentuk aktivitas-aktivitas bernafaskan kebangsaan. Nilai-nilai kebangsaan yang telah tertanam kuat akan rapuh seperti bangunan rumah kayu diserang rayap. Maka penguatan kebangsaan harus semaksimal mungkin dirawat agar tetap kokoh.
Secara konteks historis, kesadaran kebangsaan ditandai dengan dibentuknya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang pada saat itu digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo kemudian didirikan oleh Dr. Soetomo dan para mahasiswa STOVIA. Budi Utomo menjadi pelopor organisasi awal pergerakan nasional, kemudian diikuti oleh organisasi-organisasi seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, dll. Kehadiran organisasi ini secara massif melawan kolonial Belanda dengan cara berbeda sebelum tahun 1908, yaitu dengan peranan pers dan pendidikan.
STOVIA yang merupakan sekolah kedokteran era Belanda, menjelma menjadi civitas akademika yang menyadarkan akan pentingnya kebangsaan. Konstribusinya jelas untuk mewariskan kepada generasi selanjutnya untuk bersatu secara ideologis  dan menyuarakan melalui tulisan-tulisan bahwa masyarakat nusantara harus bangun bersatu. Padahal sekolah ini merupakan sekolah kedokteran, menyadari tugas kedokteran begitu berat tapi tidak menurunkan semangat nasionalisme organisasi ini.
Belajar dari kisah sejarah, mari refleksikan hari kebangkitan nasional dalam unit sekolah. Apakah selama ini sudah membangun Civitas Akademika? Bagaimana bentuk Civitas Akademika yang menyumbang kesadaran kebangsaan di unit sekolah? Dan apakah hasil yang telah dilakukan bisa dirasakan oleh seluruh elemen Civitas Akademika?
Untuk menutup tulisan ini, jangan jadikan sekolah hanya sebagai proses belajar mengajar, karena proses belajar mengajar hanya mengejar nilai semata. Tapi jadikan sekolah sebagai pusat peradaban dalam meregenerasi muridnya untuk memegang estafet Budi Utomo. Hari Kebangkitan Nasional adalah titik awal Indonesia merdeka.

*lulusan sosiologi UNJ 2012, pernah aktif di Pusdima Fis UNJ, sekarang mengabdi di SMA Global Prestasi Kalimalang Bekasi.

Minggu, 09 April 2017

Inilah Dua Fakta Perang Dunia III Semakin Dekat

Oleh: N.H. Eddart

Semenjak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat ke- 45 telah  memunculkan sebagai negara adidaya kembali. Sebelumnya dibawah pemerintahan Barack Obama, Amerika Serikat bisa dikata negara yang bersahabat dan tidak menunjukkan sebagai negara agresor. Tapi kesan bersahabat tersebut sudah hilang dan AS kembali menunjukkan wajah aslinya. Tulisan ini mengungkap fakta-faktanya yang dapat dilihat dari aksi militernya di Suriah dan Semenanjung Korea.

Pada hari Jumat (7/4) lalu AS meluncurkan 59 rudal tomahawk dari dua kapal perangnya yang siaga di laut Mediterania yaitu USS Porter dan USS Ross. Target serangan dua kapal perangnya ke pangkalan udara Shayrat yang diduga sebagai home base pesawat Suriah yang menjatuhkan bom kimia pada selasa (4/4) di Kota Khan Sheikhoun, Idlid, Suriah yang dilaporkan lebih 80 orang tewas, termasuk juga anak-anak. Alasan kuat dari serangan AS adalah karena pelanggaran HAM yang dilakukan presiden Bashar Al-assad untuk menghabisi ISIS dengan bom kimia. Padahal AS sebelumnya juga memerangi ISIS, namun setelah kalah tenar sama sekutu Suriah, yaitu Rusia yang lebih dipercaya sama Bashar Assad maka AS seperti dipermalukan.

Serangan AS ke Suriah menunjukkan bahwa keberadaan negara adidaya tersebut masih eksis di kancah internasional. Sangat jelas kebijakan Trump sebagai presiden AS mengizinkan serangan tersebut dengan dalih HAM. Adapun pidato Presiden Trump tentang serangan rudal ke Suriah “Malam ini, saya memerintahkan serangan militer terarah ke sebuah landasan udara di Suriah, tempat serangan kimia itu dilancarkan. Ini merupakan kepentingan keamanan nasional AS yang vital untuk mencegah dan menangkal penyebaran dan penggunaan senjata kimia mematikan” ujar Trump, selasa (4/4). "Tidak ada yang perlu diperdebatkan bahwa Suriah menggunakan senjata kimia yang dilarang, melanggar kewajibannya sesuai Konvensi Senjata Kimia, dan mengabaikan seruan Dewan Keamanan PBB," tandas Trump. Dalih pelanggaran HAM dijadikan sebagai alasan mengapa Presdien Trump mengizinkan untuk menyerang Suriah, padahal keterlibatan AS di Suriah pada mulanya untuk memerangi terorisme. Tentunya menjadi sebuah tanya tanya besar atas sikap AS di Suriah.

Fakta lainnya yang tidak jauh dari wilayah kita, bentuk kebijakan Trump di semenanjung Korea atas sikap Korea Utara yang melakukan uji coba rudal nuklirnya ke laut perbatasan Jepang. Bentuk kebijakannya dengan mengirim kapal induk Carl Vinson yang bertolak dari pangkalan AS di Singapura dengan membawa 36 jet tempur ke Semenajung Korea. Sebelumnya juga AS telah mengirim pasukannya Seal Team 6 dan disusul Delta Force dalam misi latihan gabungan ke Korea Selatan seperti dikutip dari nypost.com (13/3) “A bigger number of and more diverse US special operation forces will take part in this year’s Foal Eagle and Key Resolve exercises to practice missions to infiltrate into the North, remove the North’s war command and demolition of its key military facilities,” a military official told Yonhap, asking not to be named. Jelas diungkapkan bahwa keberadaan pasukan elit AS untuk menyusup ke wilayah utara dan latihan gabungan ini dilaksanakan sampai akhir April.

Pasca pertemuan dua pemimpin presiden AS Donald Trump dan presiden China XI Jinpin kamis (6/4) dan jumat (7/4) kemaren di Mar-a-Lago, Florida, justru membuat situasi semakin memanas. Pasalnya selama ini China merupakan sekutu Korut justru melakukan pertemuan dengan AS. Bahkan AS yang sempat memanas dengan China atas sengketa dan kebebasan navigasi di Laut China Selatan, kini AS dan China berupaya menekan Korut untuk menghentikan rudal nuklirnya. Beberapa pembahasan dari kedua pemimpin negara tersebut diantarnya "Trump mengatakan bahwa ia bersama dengan Xi telah melakukan pembahasan secara mendalam dan sangat serius mengenai masalah nuklir Korut dan merespon hal itu, termasuk posisi AS dalam penyebaran THAAD," ujar pernyataan dari pemimpin bertindak Korsel, Hwang Kyo-ahn, dilansir Asian Correspondent, Sabtu (8/4).

Walapun terjadi pertemuan kedua negara AS-China, Presiden Xi Jinpin meresa keberatan dengan penyebaran radar X-Band THAAD yang telah tiba di pangkalan Angkatan Udara AS di Osan, Korea Selatan pada hari Kamis (16/3/2017). Radar X band dapat berfungsi untuk melacak rudal, dan mampu mendeteksi gerakan rudal dari musuh dari jarak maksimal 800 kilometer dengan sudut 120 derajat. Sikap keberatan China karena radar tersebut dapat menjangkau wilayah negara tirai bambu dan mengganggu stabilitas keamanan negara China.

Dua fakta aksi militer AS di Suriah dan semenanjung Korea menjadi banyak perhatian internasional dan tentu Indonesia harus berjaga-jaga. Kalau di Suriah tidak berdampak langsung terhadap Indonesia karena secara geografis jauh, namun tidak untuk di semenajung Korea. Jika sedikitpun terjadi senggolan antara Korut dan AS, maka sangat mungkin stabilitas di Laut China Selatan menjadi terganggu. Laut China Selatan dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) akan menjadi jalur sibuk yang dilalui oleh kapal perang dan tentu perdagangan Indonesia terganggu karena selama ini Indonesia banyak menjalin kerjasama ekonomi dengan Korea Selatan, Jepang, dan China.

Mungkin tidak mungkin, Presiden Trump yang dikenal kontroversional akan melancarkan serangan jika menemukan alasan yang kuat untuk menyerang Korea Utara. Formasi yang terlibat dari kubu Korea Selatan yaitu Jepang, Amerika Serikat dan China. China dalam hal ini walapun sama negara komunis dengan Korea Utara tapi sejak kepemimpinan Presiden Kim Jong Un hubungan kedua negara tidaklah baik. Disisi lain, bagi AS, China tetaplah pesaingnya dalam bidang ekonomi dan keberatan China atas penyebaran radar THAAD merupakan tanda bahwa China tidak sependapat dengan AS untuk menginvasi Korea Utara dan China lebih memilih negosiasi AS dengan Korut ketimbang melakukan invasi. Sikap Rusia tentunya akan menjadi penentu dalam etalase konflik antar negara ini.

Kamis, 22 Desember 2016

Dengan “Telolet” Berhasil Mendinginkan Suasana dan Bahagia Itu Tercipta




Oleh: N. H. Eddart

Menjelang akhir tahun 2016, tensi Indonesia sedang memanas dengan isu-isu horizontal yang rentan terhadap integrasi bangsa, upaya pemersatu ikatan dengan simbol “ke-bhinekatunggalika-an” serta doktrin-doktrin “NKRI” sempat disebar untuk menguatkan kembali pasca isu-isu horizontal tersebut. Kini “Om Telolet Om” menjadi viral dan trending topik sebagai simbol pemersatu dengan kosakata yang sangat sederhana “telolet” berhasil mendinginkan suasana, kata telolet awalnya diperkenalkan oleh komunitas pecinta bus, kemudian bulan November muncul di media sosial video-video pemburu telolet di daerah Jepara yang dilakukan anak-anak kecil setelah pulang sekolah di sore hari dengan membawa spanduk atau berteriak “om telolet om” sebagai bentuk tawar kepada supir untuk membunyikan klakson busnya. Suara klakson bus hasil tawar dari pemburunya dianggap sebagai sebuah tantangan yang ditunggu-tunggu, analogi sederhananya seperti ini, ketika kita meminta sesuatu kepada siapapun kemudian permintaan tersebut dikabulkan, maka kita akan merasa bahagia. 

Tantangan berburu telolet tergolong baru sebagai jenis hiburan rakyat, padahal hal serupa pernah ada di Indonesia seperti mengejar kereta api untuk meminta uang dari penumpangnya, berteriak minta duit ketika helikopter terbang di atas rumahnya, menonton kendaraan saat mudik, dan berlari melihat ambulans ketika mendengar bunyi sirine. Hal ini pernah dialami anak-anak masa kecil sebagai hiburan rakyat, namun kenapa telolet lebih terkenal ketimbang hal lainnya. Perbedaanya karena sudah pasti, era kini masyarakat telah mengenal media berbagi kesenangan, telolet berhasil menarik perhatian masyarakat karena telah masuk ranah globalisasi dimana tidak ada batas apapun bagi suatu negara untuk berbagi informasi dan transportasi. Kemudian media sosial yang berperan menyebarkan informasi akan kesenangan dan hobi mereka menjadi lebih terkenal. 

Bunyi klakson bus, bunyi kereta api, bunyi ambulans dan bunyi jenis kendaraan apapun memang tidak pernah terlepas dari bentuk permainan anak-anak. Jenis permainan anak-anak butuh visualisasi dan audiotori yang bersamaan tercipta agar terkesan realistis. Proses peniruan ini disebut imitasi yaitu peniruan gaya, bahasa, tingkah laku dari seseorang. Seorang anak kecil meniru supir atau pengendara dari kendaraan tertentu, kemudian di transformasikan bersamaan dengan bentuk permainannya. Lalu kenapa dengan telolet, bentuk mainan mobil-mobilan bus memang banyak dijual, tapi belum realistis audiotorinya. Para pecinta bus sering mengambil gambar bus saat melintas di wilayahnya terutama di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Tidak heran jika kita yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya berkunjung ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur sering melihat orang mengambil gambar bus dan mengacungkan jempol disisi jalan raya. Pecinta bus juga membuat miniatur bus sangat mirip seperti aslinya , tapi sayang miniature bus tidak dilengkapi suara klakson telolet, karena klakson bus telolet tidak dijual dengan murah dan mudah. Sehingga permainan mobil-mobilan dilakukan dengan lisan mereka. 

Lalu kenapa alasan anak-anak turun ke jalan untuk berburu klakson telolet? karena mainan bus dan suara klakson bus yang harus sinergi itulah menjadi alasan anak-anak berburu klakson bus. Suara telolet yang bermacam-macam dan unik tersebut menjadi referensi bagi mereka saat bermain dengan temannya. Tapi pemburu klakson bus tidak semuanya anak-anak yang bermain dengan mobil-mobilan. Ada pergeseran interpretasi dari klakson bus yang berbunyi telolet tersebut, yaitu tantangan meminta telolet kepada supir bus itulah yang kini menjadi permainan baru, tidak hanya dilakukan oleh anak-anak melainkan orang dewasa juga, makanya sekarang ada yang menyebut telolet challenge. Dalam telolet challenge ini memunculkan permainan rakyat baru, dimana tantangannya adalah meminta suara klakson dengan terikan “om telolet om”, jika bus membunyikan maka sukseslah dia, tapi jika tidak membunyikan klakson maka gagal bagi dia, termasuk jika bunyi klaksonnya standar juga tidak memuaskan bagi tantangan ini.

Bus telolet dengan bus konvensional tidak mudah dibedakan karena hanya bisa dibedakan berdasarkan bunyi klaksonnya, klakson bus telolet memiliki harga yang mahal, beberapa supir[1] yang pernah ditanyakan harganya kisaran 950 ribu sampai 1,5 jutaan tergantung jenis bunyinya. Bagi Patra[2] pemburu telolet ini sudah ada dari 5-6 tahun yang lalu tandanya banyak yang merekam dan mengacungkan jempol disisi jalan maupun di terminal-terminal, yang diincar adalah bus pariwisata dan bus besar karena suaranya yang khas dan nyaring membuat perhatian warga, biasanya ditemui di Jawa Tengah. Bus telolet memiliki ciri antara lain trayek jarak jauh menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur atau bus AKAP (antarkota antarprovinsi), bus jenis pariwisata, dan bus kelas bisnis. Sedangkan bus trayek Cirebon, Kuningan, dan Karawang memiliki klakson standar dan lebih panjang seperti terompet kapal. 

Berikut ini daftar bus telolet paling keren berdasarkan Bis Mania Community (BMC) dalam sebuah video yang diunggah melalui youtube 19 September 2016. Pertama. Bus Garuda Mas Mahesa, suara klakson bus yang meningkatkan rasa cinta untuk tanah air. Klakson telolet lagu Hari Merdeka 17 Agustus ini jadi yang terbaik dengan menempati peringkat pertama. Kedua. Bus Garuda Mas, klakson telolet paling keren kedua adalah suara lagu jablay yang pernah dipopulerkan Titi Kamal dalam filmnya "Mendadak Dangdut." Ketiga . Bus Laju Prima SHD, ada yang tahu lagu “Suwe Ora Jamu” minta supirnya menyalakan klakson dan lagu “Suwe Ora Jamu” akan bergema di jalanan. Keempat. Bus Rosalia Indah SHD Keempat, ada klakson telolet khas colekan, mirip-mirip reffrain di lagu “Cublak-cublak Suweng”. Kelima. Bus Subur Jaya, suara telolet ocehan bus Subur Jaya lebih panjang. Keenam. Bus PO.SAE, klakson telolet bus PO SAE sedikit lucu, dan masuk ke dalam tujuh suara telolet paling keren versi BMC. Ketujuh. Bus Pandawa 87, terakhir ada klakson telolet bunyi parade dari Bus Pandawa.

Om Telolet Om telah menjadi pendingin suasana bangsa ini setelah memanasnya isu horizontal yang belakangan terjadi, dengan kebahagian yang sederhana, bentuk identitas Indonesia yang menjadi viral mendunia, sampai selebriti internasional ikut-ikutan dalam permainan ini. Masyarakat ternyata membutuhkan hiburan tidak melulu diselimuti isu-isu sensitif seputar konflik horizontal dan politik kepentingan. Media hiburan yang selama ini menjadi tontonan, telah beralih fungsi sebagai media konspirasi. Berita yang disajikan hal-hal yang membuat masyarakat tegang akan ancaman konflik dan terorisme. Padahal sejatinya masyarakat akan terus bergerak menciptakan hal-hal baru kemudian menjadi tradisi masyarakat itu sendiri sampai tradisi itu menjadi simbol suatu budaya.


[1] Sunaryo, supir bus PO Haryanto, Terminal Blok M, Sabtu (14/5/2016).
[2] Seorang sopir bus pariwisata, saat ditemui di Taman Parkir Abu Bakar Ali Yogyakarta, Kamis (12/5/2016).

Statistik Pengunjung

Socio Education

Merupakan Weblog tentang seputar materi ilmu sosial sebagai penunjang dan pelengkap edukasi.

  © Design Blog 'Ultimatum' by Socio Education 2020

Back to TOP