;

Senin, 29 November 2010

Sosiologi Pedesaan dan Sosiologi Pertaniaan

Sosiologi Pedesaan dan Sosiologi Pertanian adalah dua dari sekian banyak spesialisasi dalam sosiologi. Seperti halnya antara lain: Sosiologi Industri, Sosiologi Kebudayaan, Sosiologi Agama, Sosiologi Pembangunan, Sosiologi Perkotaan, dan lainnya. Spesialisasi semacam ini diperlukan dalam setiap disiplin ilmu pengetahuan, yakni sebagai upaya untuk mempelajari objeknya secara lebih mendalam. Karena sosiologi pedesaaan (rural sociology) dan sosiologi pertanian (Agrarian/Agricultur Sociology) merupakan spesialisasi dalam sosiologi.

Sosiologi lahir ketika Auguste Comte menerbitkan bukunya yang berjudul “Positive Phylosophy” pada tahun 1838. Namun sosiologi menjadi lebih populer dan berkembang berkat buku “Principles of Sociology” yang ditulis oleh Herbert Spencer tahun 1876. Sebelum itu, ketika Filsafat masih dianggap sebagai induk dari segala macam ilmu pengetahuan (Mater scientiarum), ilmu yang membahas masyarakat adalah Filsafat Sosial (Soejono Soekanto, 1986).

Berikut ini adalah beberapa batasan Sosiologi dari sejumlah sarjana :

Pitirim Sorokin (1928), Sosiologi mempelajari gejala sosial-kebudayaan dari sudut umum. F.F.Cuber (1951), Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang hubungan timbal balik antara manusia. R.M maclver dan C.H Page (1955), Sosiologi adalah berkaitan dengan hubungan sosial dan dengan seluruh jaringan hubungan itu yang disebut masyarakat.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964), Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. E.R Babbie (1983), Sosiologi adalah telaah tentang kehidupan sosioal, terentang dari interaksi tatap-muka antara dua individu sampai pada hubungan global antara bangsa-bangsa.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat, dalam berbagai aspeknya.


SOSIOLOGI PEDESAAN


Dilihat dari eksistensinya, desa merupakan fenomena yang muncul dengan mulai dikenalnya cocok tanam di dunia ini.

Menurut Jhon M. Gillette (1922: 6), Sosiologi Pedesaan adalah cabang sosiologi yang secara sistematik mempelajari komunitas-komunitas pedesaan untuk mengungkapkan kondisi-kondisi serta kecenderungan-kecenderungannya, dan merumuskan prinsip-prinsip kemajuan.

Menurut L.M Sims(1942: 20), Sosiologi Pedesaan adalah study tentang asosiasi antara orang-orang yang hidupnya banyak tergantung pada pertanian. Menurut Dwight Sanderson, (1942: 10), Sosiologi Pedesaan adalah sosiologi tentang kehidupan dalam lingkungan pedesaan. Sedangkan menurut T.Lynn Smith dan Paul E. Zopf (1970: 7), Sosiologi Pedesaan adalah kumpulan pengetahuan yang telah disistematisasi yang dihasilkan lewat penerapan metode ilmiah kedalam studi tentang masyarakat pedesaan: organisasi dan strukturnya, proses-prosesnya, sistem sosialnya yang pokok, dan perubahan-perubahannya. 

Keseluruhan definisi tersebut merupakan definisi Sosiologi Pedesaan lama (klasik). Sedangkan pemahaman desa dalam era ini tidak terlepas dari dominasi kapitalisme beserta sains-teknologinya yang memiliki kemampuan menembus dan menerobos setiap sudut dunia seolah toidak membiarkan berbagai bentuk isolasi.


SOSIOLOGI PEDESAAN dan SOSIOLOGI PERTANIAN



Sosiologi Pedesaan sebagai salah satu disiplin ilmu sosial telah lama dikenal di Indonesia. Sementara sampai saat ini Sosiologi Pertanian sedang mencari bentuknya yang mapan sebagai suatu disiplin ilmu sosial, namun sejumlah pengertian mengenainya telah dapat diungkapkan. Khususnya mengenai perbedaan maupun persamaan dengan Sosiologi Pedesaan. Pertama, Sosiologi Pedesaan lahir dan mengalami perkembangnnya yang mantap sebagai suatu disiplin ilmu di Amerika Serikat, sedangkan Sosiologi Pertanian lahir dan berkembang di Eropa (Jerman). Kedua, Sosiologi Pedesaan lahir terlebih dulu daripada Sosiologi Pertanian. Ketiga, Sosiologi Pertanian lahir dan berkembang sebagai respon terhadap perkembangan yang terjadi di Barat-Utara saat ini.

Menurut Ulrich Planck, Sosiologi Pertanian membahas fenomena sosial dalam bidang ekonomi pertanian. Sosiologi Pertanian sebenarnya sama dengan Sosiologi Pedesaan, tetapi hanya sejauh penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja.

Obyek Sosiologi Pedesaan adalah seluruh penduduk pedesaan yang terus menerus menetap di desa, sedangkan obyek Sosiologi Pertanian adalah penduduk yang bertani tanpa memperhatukan tempat tinggalnya. Sosiologi Pedesaan lebih mengarah ke konteks pemukiman sedangkan Sosiologi Pertanian lebih mengarah ke konteks ekonomi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Socio Education

Merupakan Weblog tentang seputar materi ilmu sosial sebagai penunjang dan pelengkap edukasi.

Statistik Pengunjung

;

  © Design Blog 'Ultimatum' by Socio Education 2017

Back to TOP